Pada momentum Idul Adha 1446 H, SMP Unggulan Aisyiyah Bantul mengadakan pemotongan hewan kurban dan lomba memasak. Acara ini dilaksanakan pada Senin, 9 Juni 2025, pukul 07.00 – 12.30 WIB, melibatkan seluruh santriwan santriwati dan guru karyawan. Kegiatan diawali dengan sholat dhuha secara berjamaah, penyembelihan, pencacahan, penimbangan, pembagian daging, lomba memasak, dan diakhiri dengan sholat dhuhur berjamaah.
Hewan kurban yang disembelih berupa 1 ekor sapi, disalurkan untuk warga sekitar sekolah secara door to door ke rumah warga, sebagai wujud syukur dan berbagi kepada sesama. Daging yang dibagikan dibungkus menggunakan besek yang dialasi dengan daun jati. Pemakaian besek dan daun jati merupakan upaya sekolah untuk membantu mengurangi sampah plastik sehingga beralih memakai bahan yang ramah lingkungan, lebih mudah untuk diurai.


“Ini sejalan dengan program sekolah yang menuju sekolah adiwiyata, salah satunya menghindari penggunaan plastik sebagai bungkus, termasuk bungkus makanan yang dijual di kantin maupun snack dan makan siang,” kata Syahrul Ramadhon, M.Pd., Ketua kegiatan kurban SMPUA. “Selain itu, daging kurban yang dibungkus menggunakan daun jati akan lebih awet saat dibagikan kepada warga”, imbuhnya.
Selain memotong sapi, SMPUA juga menyerahkan 1 ekor kambing yang disalurkan ke SD Muhammadiyah Gunturgeni pada hari Ahad, 8 Juni 2025. Kepala SD Muh Gunturgeni, Dra. Noor Biatun, M.S.I. menyampaikan terima kasihnya, “Alhamdulillah, terima kasih SMPUA, semoga menjadi keberkahan untuk semua.”


Pada kegiatan ini juga diadakan lomba memasak yang diikuti oleh seluruh santri dari kelas VII, VIII, dan IX. Menu yang dimasak sangat beragam, antara lain sate, tongseng, dimsum, steak, sup, nasi goreng, selat solo dan lainnya. Kriteria penilaian meliputi rasa, kreativitas, kebersihan, dan tampilan. Kejuaraan lomba dibagi menjadi putra dan putri, masing-masing memperebutkan juara 1, 2, dan 3.


Kepala SMPUA, Hj. Khusnul Hanifah, S.Pd.Si mengapresiasi lomba ini yang melibatkan santri putra maupun putri dalam memasak, melatih kerjasama, kreativitas, dan terbukti bahwa santri putra maupun putri dapat menyajikan masakan yang sangat bervariasi dan rasanya pun enak. Beliau juga berharap, “Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk seluruh warga sekolah, warga sekitar, dan dapat mengajak untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam dengan memakai kemasan yang ramah lingkungan.” (YLI)






