SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul sukses menyelenggarakan kegiatan “Festival Literasi Sekolah” dengan tema “Literasi Membudaya, Prestasi Mendunia”. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah sebagaimana dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Festival ini hadir sebagai upaya nyata sekolah dalam membangun budaya literasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Festival Literasi Sekolah dikemas dalam suasana yang meriah, santai, dan menyenangkan. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan dengan matang. Rangkaian kegiatan diawali dengan Lomba Kultum antar kelas yang bertujuan melatih kemampuan public speaking siswa. Melalui lomba ini, para siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam menyampaikan pesan-pesan inspiratif yang bersumber dari hasil membaca dan pemahaman mereka.
Selain itu, diselenggarakan pula Lomba Poster dan Puisi yang menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan gagasan, kritik sosial, serta kreativitas mereka dalam bentuk visual dan tulisan. Kegiatan ini mendorong siswa untuk lebih peka terhadap permasalahan di sekitar serta mampu menyampaikan pesan secara kreatif dan bermakna. Karya-karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa literasi dapat diwujudkan melalui berbagai media ekspresi.
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Launching Film Indie karya siswa. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap kreativitas siswa di bidang sinematografi. Film yang ditayangkan merupakan hasil kerja keras siswa yang terlibat mulai dari proses penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga penyuntingan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa literasi juga berkaitan erat dengan kemampuan bercerita dan menyampaikan pesan melalui media audiovisual.
Festival ini juga dimeriahkan dengan Bazar Buku yang menghadirkan berbagai koleksi bacaan dari beragam penerbit dan penulis. Kehadiran bazar buku memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk menambah referensi bacaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Suasana bazar yang ramai menunjukkan meningkatnya minat warga sekolah terhadap literasi.

Tidak hanya itu, kegiatan Pentas dan Pameran Seni turut menampilkan beragam kreativitas siswa seperti menyanyi, menari, pidato, dan pameran lukisan. Sementara itu, Market Day menjadi ajang bagi siswa untuk belajar kewirausahaan dengan menjual berbagai produk kreatif hasil karya mereka. Kegiatan ini melatih keberanian, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.

Sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, Festival Literasi Sekolah juga menyelenggarakan lomba melukis dan menyanyi bagi siswa SD. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi sekolah, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri sejak dini. Dengan telah selesainya seluruh rangkaian kegiatan, Festival Literasi Sekolah diharapkan mampu menjadi pemicu tumbuhnya budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah serta mendorong lahirnya generasi berprestasi yang siap bersaing di tingkat yang lebih luas. (VW)
